Beberapa hari yang lalu saya memasang vpn pada sebuah router berbasis mikrotik yang terkoneksi ke internet menggunakan jaringan speedy home office.
Tujuan adanya layanan vpn pada router ini adalah untuk memonitor, memanage, membackup manual, dan untuk transaksi host to host server pulsa. Kebetulan di bawah router ada sebuah layanan server reload pulsa yang banyak pelanggannya ingin melakukan koneksi secara host to host. Ideal nya sih untuk layanan host to host di sisi server pulsa nya menggunakan ip publik dengan layanan dedicate tapi karena banyak alasan salah satunya ke amanan dan ketersediaan jaringan serta biaya maka menggunakan jaringan speedy sangat menjadi alternatif.
map jaringannya seperti ini :
clint (3G, gprs, speedy, dll ) ——internet —-speedy—-modem—router—server pulsa
Jadi si server pulsa bisa di akse dari jaringan semcama akses internet menggunakan gprs ( kemarin gprs nya pake im3) , speedy, 3G semacam telkom flash, dll melakukan dial ke server vpn yang di pasang di router, setelah dial berhasil maka si client tadi sudah masuk ke jaringan local di bawah router. Saya set jaringan local vpn ( remote address) satu subnet dengan server pulsa sehingga saat sudah masuk ke server vpn maka si client sudah bisa login ke server pulsa tapi jika belum masuk ke vpn maka server pulsa tidak bisa di login kan.
Dengan demikian maka server pulsa bisa di monitor, di manage, transaksi dimana saja kapan saja menggunakan jaringan apa saja, selama client bisa terkoneksi ke internet dan bisa melakukan dial ke ip vpn router yang menggunakan ip speedy maka si client akan bisa masuk ke server pulsa.
model seperti ini bisa di manfaatkan untuk keperluan lainnya seperti akses server kantor dll sehingga pekerjaan kantor bisa dilakukan dari rumah, atau dirumah serasa di kantor
sumber deskapahendri.com
Filed under: Network, vpn | Tagged: jaringan, monitor, speedy, vpn | Leave a Comment »